Tipe-tipe ini hanya berlaku untuk mahasiswa yang kuliah di jurusan Fisika UI. Sebab penulis sendiri pernah merasakan menjadi mahasiswa di sini. ^_^
Kesimpulan ini didapat berdasarkan pengalaman sendiri, pengalaman teman-teman, kakak kelas, adik kelas yang dirangkum dalam bentuk statistik psikologik narsistik kronik kripik (sumpah... nih nama ngarang abisss). Kenyataannya, apa yang ditulis disini akan terjadi juga di masa yang akan datang. :D
Terdapat 5 peminatan di jurusan Fisika. Urutan tidak menentukan kualitas.
Peminatan Fisika Murni
Jika ingin disebut anak fisika, pilihlah peminatan ini. Seperti kata dokter, kalau ingin sehat, minumlah susu murni. Di fisika pun demikian. Meski dianggap paling murni, justru karena kemurniannya itulah banyak mahasiswa yang tidak memilih peminatan ini. Dianggap terlalu 'suci' (lebay.ac.id), sehingga hanya segelintir mahasiswa saja yang memilihnya. Tidak perlu menggunakan kalkulator untuk menghitung berapa mahasiswanya, cukup dengan menggunakan jari satu tangan.
Mahasiswa yang memilih peminatan ini umumnya cerdas dengan IP rata-rata tiap semesternya diatas 3,30 dan pada saat ujian masuk universitas, jurusan fisika adalah pilihan pertama mereka. (Bayangin, dari awal ujian aja emang udah niat jadi fisikawan sejati)
Biasanya, manusia cerdas disematkan pada mereka. Namun demikian, jangan membayangkan orang-orang yang bergelut dipeminatan ini berkacamata tebal mirip pantat botol (meski ada juga yang demikian... xixixi). Di antara mereka ada juga yang tetap bergaul layaknya manusia non-cerdas (kamsudnya, ga secerdas mereka gituuuhhh...). Walaupun mata kuliahnya berbau nuklir beserta jajarannya.
Setelah mendapatkan gelar S.Si dari fisika UI, mereka hampir pasti melanjutkan studinya ke luar negeri. Umumnya negara yang dituju adalah Amerika Serikat. Mereka kuliah di negara Om Sam ini karena memang beasiswa untuk bidang yang sama lebih banyak dan kakak kelas dari fisika UI pun sudah banyak yang mendahului (mendahului studi tentunya....).
Merekalah yang disebut jagoan fisika. Karena sejak SMA, lanjut ke kuliah S-1 hingga S-3, murni fisika. Itulah sebabnya mengapa peminatan ini disebut FISIKA MURNI.
Peminatan Fisika Medis
Peminatan ini hampir mirip dengan fisika murni, karena sama-sama mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan nuklir. Namun nuklir yang dipelajari di sini lebih ditekankan pada sisi kesehatan (bukan berarti yang di fisika murni ga sehat lhoooo....).
Mahasiswa yang memilih peminatan ini umumnya mahasiswa yang memilih fisika sebagai pilihan kedua, meski ada juga yang jadi pilihan pertama, dengan IP rata-rata tiap semesternya mendekati 3,30.
Mereka adalah mahasiswa yang merasa 'kurang mampu' di bidang fisika murni, akhirnya daripada 'ga kesampean', sementara panggilan jiwa mereka tetap menuju nuklir, terpilihlah peminatan fisika medis ini. Ciri-ciri umumnya mereka kebanyakan 'pendiam' (entah karena ga punya temen bergaul atau emang pengen sendiri aja).
Setelah lulus, kebanyakan dari mereka bergelut dibidang nuklir, medis nuklir dan tidak sedikit juga yang menjadi pengajar. Jarang dari lulusan ini yang melanjutkan studi hingga jenjang yang lebih tinggi (kecuali jika ada kesempatan).
Peminatan Geofisika
Inilah peminatan favorit diakhir era tahun 2000-an. Pada awal berdirinya peminatan ini, kurang begitu dipandang oleh mahasiswa. Tapi sejak angkatan 2000, peminatan ini mulai digemari oleh mahasiswa fisika. Alasan utamanya cukup umum dan logis, yaitu finansial. Cukup diakui, lulusan peminatan ini kebanyakan bekerja dibidang minyak dan gas yang tentu saja berpenghasilan cenderung besar.
Namun kebanyakan dari mereka justru adalah mahasiswa yang menjadikan fisika sebagai jurusan kedua (meski ada juga yang menjadi pilihan pertama).
Ciri-ciri umum mahasiswa yang memilih peminatan ini adalah gayanya yang sok gaul, sering berkelompok dengan orang yang setipe dengan mereka, bergaya kelas atas (seolah-olah uang banyak ada ditangan mereka, padahal baru semester 3), dari semester 3 sudah mulai 'mencuri' kelas untuk kuliah geofisika (padahal ngerti juga kaga).
Mereka sering mengadakan kegiatan semacam seminar ataupun study tour, dsb, yang sebenarnya bertujuan agar mereka kelihatan lebih eksis saja. Mahasiswa yang tidak sepaham dengan mereka dianggap tidak sekelas dengan mereka (yaeyalah... ga bakalan sekelas, beda peminatan juga kaliiii...).
Sejak memilih peminatan hingga lulus pun, sikap mereka tidak pernah berubah, selalu merasa diri mereka superior dibandingin peminatan lain. Setelah lulus, kebanyakan dari mereka bekerja di industri minyak dan gas atau kegiatan lain yang masih sebidang.
Peminatan Material dan Condensed Matter
Peminatan ini tidak pernah kehabisan penggemar. Tidak pernah sedikit mahasiswanya dan tidak pernah banyak juga. Tidak pernah sedikit terbesit dibenak mereka untuk pindah peminatan, apalagi yang kuliahnya sudah mendekati limit → 12 semester.
Mahasiswa yang memilih peminatan ini hampir pasti memilih fisika sebagai pilihan kedua (yang milih pertama dikit banged coy...) dengan kemampuan yang cenderung di atas pas-pasan.
Ciri-ciri utamanya, mereka tidak setipe dengan mahasiswa yang memilih peminatan geofisika, sehingga mereka pun akhirnya memisahkan diri tapi bukan dengan membuat partai baru. Sebenarnya , sebagian dari mereka ingin memilih peminatan instrumentasi elektronika, namun karena ada salah satu dosen yang mengajarkan mata kuliah elektronika kurang baik dan kurang disukai oleh kebanyakan mahasiswa, akhirnya mereka pun memilih peminatan ini. Mereka juga ingin memilih fisika murni, namun hati mereka tidak menyanggupi untuk memilihnya.
Mahasiswa peminatan ini cukup eksis dilabnya. Namun untuk kegiatan dan diri mereka kurang menonjol. Kebanyakan malah lebih menonjol dosennya dibandingkan mahasiswanya.
Setelah lulus, kebanyakan dari mereka bekerja dibidang yang kurang sesuai dengan peminatannya. Sebab, harus diakui, bahwa peminatan ini memerlukan jenjang pendidikan yang tinggi. Padahal, prospek peminatan ini sangat cerah dimasa depan, karena arah teknologi masa depan sangat ditentukan oleh kualitas material yang ditemukan oleh ahli dibidang ini. Namun, karena kebanyakan dari mereka tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi, akhirnya mereka pun memutuskan untuk bekerja meskipun kurang sesuai dengan peminatan mereka.
Peminatan Instrumentasi Elektronika
Inilah peminatan yang selalu digemari oleh mahasiswa yang tidak akan memilih 4 peminatan yang telah disebutkan sebelumnya. (hehehe... kalo ga milih satu, jangan kuliah di fisika laah...)
Mayoritas yang memilih peminatan ini adalah mahasiswa yang memilih fisika sebagai pilihan kedua (sama seperti mahasiswa yang memilih peminatan material) dan umumnya mereka tidak sehebat mahasiswa yang memilih fisika murni karena mereka ber-IP rata-rata mendekati pas-pasan.
Mereka juga tidak sepaham dengan mahasiswa geofisika. Namun mereka tidak seperti mahasiswa material yang cenderung trauma dengan salah satu dosen. Mahasiswa instrumentasi sangat sabar dan tekun menjalani kehidupan di fisika yang rumit dan tahan dengan dosen tersebut. Sebab secara kemampuan, mereka tidak sanggup hidup di fisika murni. Secara pergaulan, mereka tidaklah semegah mahasiswa geofisika, mereka juga tidak sependiam mahasiswa fisika medis.
Namun demikian, mahasiswa instrumentasi bisa bergerak bebas kemanapun. Karena, hampir semua bidang peminatan, pasti membutuhkan instrumentasi elektronika. Setelah lulus pun kebanyakan bekerja yang sebidang dengan peminatan mereka. Walaupun ada juga yang kembali ke 'asal'.
Ciri-cirinya mereka kuliah dengan kemampuan yang pasti pas. Hampir gagal pada mata kuliah berdaya juang tinggi (seperti medan magnet, fisika kuantum, dll). Suka bergaul tapi tidak semewah mahasiswa geofisika. Menyukai tantangan namun pada akhirnya keteter dengan tantangannya sendiri.
Yah, apapun pilihan para mahasiswa fisika, sejak awal mereka bisa diprediksi akan memilih peminatan apa melalui beberapa kesimpulan ini.
Mohon untuk tidak mendramatisir kesimpulan penulis dan JANGAN COBA DIRUMAH TANPA PENGAWASAN PARA AHLI (xixixi...). Sebab, hanya yang ahli pada peminatan masing-masing saja yang berhak memberikan penjelasan secara lebih detail.
Bagi yang keberatan, jangan lupa untuk diet dan rajin berolahraga. Namun bagi yang setuju, bukan berarti kalian setipe dengan penulis. Perlu diingat, bahwa kesimpulan ini adalah untuk sebagian besar mahasiswa, karena tentu ada beberapa mahasiswa yang belum tentu sesuai dengan kesimpulan penulis.
HIDUP MAHASISWI!!!

Ooooooooo.... oooououoooooooo.... oooooooo... ooouououooooo....
Penulis: Muchtar Suhari Putra (0302020593)


