Dua tahun yang lalu saya mulai mengenal programming Python, setelah awalnya saya lebih banyak bermain dengan Delphi. Suatu ketika, saya diminta oleh dosen pembimbing untuk membuat grafik plot di Python.
Sebelumnya saya dengan mudah membuat grafik plot dengan Delphi. Tinggal klik sini klik sana, jadilah hasil grafiknya. Tapi dengan Python? Saya tidak tahu harus memulai dari mana. Benar-benar 'blank' sama sekali.
Sampai pada akhirnya saya menemukannya di situs terbaik dunia saat ini, www.google.com. Saya dapatkan kodenya, kemudian saya mainkan kode tersebut. Dengan mudah tanpa masalah bisa saya gunakan. Kemudian saya porting ke bentuk lain yang saya inginkan dan hasilnya sempurna.
Namun satu hal yang saya lewatkan, yaitu saya lupa mencantumkan sumber kode yang saya gunakan. Padahal setelah itu, kode tersebut saya sebarkan ke adik-adik kelas saya untuk digunakan sebagai bagian dari proyek tugas akhir mereka.
Lama saya cari, akhirnya sumbernya pun berhasil saya dapatkan sekarang. Untungnya, si pembuat kode menyebutkan bahwa kode yang dipublikasikan di situsnya adalah berdomain public. Artinya siapapun berhak menggunakan kode tersebut tanpa syarat.
Awalnya saya senang sekali dengan kebaikan hati si pembuat kode. Lalu saya pun mencoba mencari tahu siapakah si penulis kode tersebut. Ternyata, si penulis yang bernama Eli Bendersky adalah seorang software developer berkebangsaan Israel!
Memang saya akui, sebagai seorang Muslim, tentunya ada sedikit rasa benci pada bangsa Israel, yang dengan semena-mena menindas bangsa Palestina. Namun apa mau dikata, nyaris separuh teknologi didunia ini, adalah buatan orang Israel. Facebook yang saya gunakan untuk menyampaikan catatan ini pun buatan seorang Israel, Mark Zuckerberg.
Saya pun mengakui, betapa sulitnya melepaskan diri dari kemajuan teknologi saat ini, karena seperti yang saya tulis sebelumnya, nyaris separuh teknologi yang digunakan oleh umat manusia di seluruh dunia saat ini adalah buatan orang Israel.
Jika saya seorang ekstrimis, mungkin saya akan berpendapat, saya tidak akan menggunakan produk-produk Israel, termasuk salah satunya facebook ini. Tapi ingatlah konsekuensinya, saya bisa dikucilkan dari pergaulan dunia. Mungkin saya harus lebih banyak nongkrong di masjid. Jadi marbot masjid misalnya.
Maaf, saya tidak bermaksud merendahkan pekerjaan itu, tapi itulah konsekuensinya. Konsekuensi yang menurut saya nyaris tidak terbantahkan.
Mungkin, solusi yang bijak menurut saya adalah mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis kaum muslimin. Sebab sudah sangat banyak teknologi yang dihasilkan oleh bangsa Israel.
Berikut ini adalah beberapa teknologi yang ditemukan oleh orang Israel dan ditulis kembali oleh Eli Bendersky:
-
The ZIP compression method (used in ZIP compression, 7z, GIF, PDF and other formats): based on the LZ algorithm by two Israeli researchers: Abraham Lempel and Yaakov Ziv
-
The first VoIP application was developed by an Israeli company (VocalTec) in 1994. It was named… iPhone. The company didn’t succeed to lift, but many others benefited from its technological breakthroughs.
-
Disk On Key – the small USB-flash storage drive, was invented by M-Systems, an Israeli company founded by Dov Moran. M-Systems was purchased by Sandisk (also an Israeli company, by the way)
-
Babylon – translate in a click. The pioneer of this technology, in 1997.
-
PHP – the popular server-side programming language was developed by two Israelis.
-
ICQ – the first of the hyper-popular instant-messaging application, was developed by Mirabilis, an Israeli start-up which was later purchased by AOL.
-
MetaCafe – a popular video-sharing website website that was developed by an Israeli in 2003, long before YouTube.
-
Haifa’s Intel development center, has large parts in the development of MMX, Pentium 2, and lately the huge success of the Centrino mobile platform. The Haifa center is currently Intel’s main CPU development house, and most of the currently popular chips (including Core 2) were designed there.
-
The term FireWall was coined by an Israeli internet security company – the giant CheckPoint, with their corporate security solution in 1994. Home users are probably more familiar with its ZoneAlarm product.
-
The RSA encryption algorithm, which is used almost universally for public-key encryption these days is one-third Israeli, the ‘S’ coming from the surname of Adi Shamir, an Israeli cryptography researcher.
-
Israeli companies have strong contributions to early anti-virus technology. In fact, one of the earliest anti-virus products (in 1988!) was made by the Israeli company BRM, which was purchased by Symantec.
Tulisan di atas tidak saya terjemahkan ke bahasa Indonesia agar bisa Anda interpretasikan masing-masing (alasan tersembunyinya karena ga bisa saya terjemahin... hehehe).
Yang jelas, ketika Anda merencanakan untuk memblokir produk-produk Israel, kemudian Anda berpikir untuk tidak menggunakan facebook, maka sebagai orang yang konsisten, seharusnya Anda tinggalkan semua produk intenet. Anda dilarang menggunakan komputer, handphone dan perangkat teknologi lainnya, karena suka tidak suka, produk-produk itu salah satunya merupakan temuan dari orang Israel.
Jadi menurut saya, apapun yang Anda putuskan, silakan untuk konsisten melaksanakan segala konsekuensinya. Dan sebagai seorang muslim, alangkah baiknya bila kita segera menemukan teknologi baru sehingga tidak lagi didahului oleh orang-orang Israel.


